Pemerintah Pastikan Hak Pendidikan Anak PMI di Luar Negeri Terjamin
VOICEINDONESIA.CO, Kuala Lumpur – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja luar biasa ke Sanggar Bimbingan (SB) Sungai Mulia 5, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/5/2026).
Lawatan resmi ini dilakukan guna memastikan terpenuhinya hak pendidikan serta penguatan rasa nasionalisme bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lahir dan tumbuh di negara penempatan.
Dalam kunjungan strategis tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Direktur Penempatan KP2MI Ahnas, serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto.
Rombongan disambut langsung oleh Perwakilan Pengelola Sanggar Bimbingan Mimin Mintarsih, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, serta Atase Ketenegakerjaan KBRI Kuala Lumpur.
Menteri P2MI mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru saat menyaksikan langsung keteguhan nilai-nilai kebangsaan yang tertanam di dalam diri para siswa meski hidup jauh dari tanah air.
Hal itu tercermin dari lantunan Mars Sanggar yang memuat pilar-pilar kebangsaan seperti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Anak-anak ini, walaupun lahir di sini, besar di sini, dan sekolah di sini, tetapi mereka selalu mencintai Indonesia. Saya mendengar tadi dalam nyanyian Mars Sanggar, ada kalimat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Ini luar biasa," ujar Mukhtarudin penuh apresiasi.
Mukhtarudin menekankan bahwa akselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan informal ini merupakan modal mutlak bagi generasi muda WNI di luar negeri.
Ia memotivasi para siswa untuk berani memupuk cita-cita besar sebagai elemen penting dalam menyongsong visi gerbang Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Perwakilan Pengelola Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Mimin Mintarsih, menyampaikan rasa syukur atas perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Kehadiran Mukhtarudin mencatatkan sejarah sebagai kunjungan perdana pejabat setingkat menteri ke fasilitas pendidikan informal yang menampung anak-anak penempatan dari berbagai latar belakang suku tersebut.
Senada dengan hal itu, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, memastikan bahwa pemenuhan hak belajar anak-anak pekerja migran di Malaysia akan terus menjadi prioritas utama penugasan kedutaan.
Langkah ini krusial demi menyelamatkan masa depan mereka dari ketertinggalan administratif dan akademik.
"Alhamdulillah, anak-anak Pekerja Migran ini kita pastikan agar mereka semua dididik dengan baik. Kita berkomitmen melahirkan anak-anak yang berpendidikan, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa," pungkas Romadhoni.
Agenda peninjauan ditutup dengan sesi dialog interaktif antara jajaran Kementerian P2MI, staf pengajar, dan para siswa.
Sinergi ini mempertegas komitmen integratif antara kementerian dan perwakilan RI di luar negeri dalam memberikan perlindungan total serta pemberdayaan menyeluruh bagi komunitas pekerja migran beserta keluarganya. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalBGN Klarifikasi Soal Jatah Susu Formula MBG untuk Bayi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluruskan narasi keliru yang beredar di masyarakat mengenai pembagian susu formula bayi secara massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan menegaskan bahwa program prioritas nasional tersebut sama sekali tidak menyediakan opsi pemberian
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

















